Aceh Menuju Kemandirian Ekonomi, Gubernur Muzakir Manaf Dorong Produksi Lokal
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA| PASESATU.COM – Pemerintah Aceh berkomitmen memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menegaskan bahwa Aceh tidak lagi ingin bergantung pada pasokan telur ayam dan pakan ternak dari luar daerah, khususnya dari Medan, Sumatera Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Mualem usai jamuan makan malam bersama pimpinan dan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (29/10/2025) malam.
“Selama ini kita sangat bergantung pada Medan, baik untuk pasokan telur maupun pakan ternak. Sekarang saatnya Aceh berdiri di atas kaki sendiri. Kita harus berani mengambil sikap agar tidak sepenuhnya tergantung pada pihak luar,” ujar Mualem.
Mualem menilai Aceh memiliki sumber daya alam dan manusia yang cukup untuk mendukung kemandirian tersebut. Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal dapat menjadikan Aceh sebagai daerah yang produktif dan berdaya saing.
Sebagai langkah awal, Mualem mengungkapkan adanya rencana kerja sama dengan investor asal Tiongkok untuk membangun industri peternakan ayam dan produksi telur di Kabupaten Aceh Besar. Proyek yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 150 hektare itu memiliki nilai investasi sekitar 130 juta dolar AS.
Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027 dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Insya Allah, fasilitas ini akan menghasilkan telur dengan standar gizi tinggi bagi seluruh kelompok usia. Kita ingin masyarakat Aceh menikmati produk berkualitas yang dihasilkan dari tanahnya sendiri,” kata Mualem.
Pemerintah Aceh berharap proyek ini dapat memperkuat kemandirian pangan daerah serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar provinsi.
Selain sektor peternakan, Gubernur Muzakir Manaf juga memaparkan rencana pembentukan maskapai penerbangan daerah, Aceh Airlines. Maskapai ini dirancang untuk memfasilitasi perjalanan jamaah haji dan umrah langsung dari Aceh ke Arab Saudi.
“Selama ini masyarakat Aceh menghadapi keterbatasan dalam akses penerbangan. Dengan adanya Aceh Airlines, kita ingin memberikan pelayanan yang lebih baik, efisien, dan mandiri,” jelasnya.
Mualem menambahkan, keberadaan maskapai ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas udara, tetapi juga mendorong sektor pariwisata, investasi, dan perdagangan di Aceh.
Langkah Gubernur Aceh itu mendapat dukungan dari Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma). Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat membangun kemandirian ekonomi daerah.
“Ketergantungan ekonomi terhadap pasokan dari luar sudah berlangsung lama dan membuat Aceh kurang berkembang dalam hal produksi serta distribusi lokal. Kebijakan Gubernur Muzakir Manaf merupakan langkah strategis menuju kemandirian yang sesungguhnya,” ujar Haji Uma.
Mualem menegaskan bahwa Pemerintah Aceh akan terus mendorong pelatihan, pembangunan infrastruktur, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekonomi lokal.
“Ini bukan hanya soal telur atau penerbangan, tetapi tentang bagaimana Aceh bisa berdiri di atas kaki sendiri. Kita memiliki potensi, sumber daya, dan semangat untuk mewujudkannya,” tutupnya.
Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat mempercepat terwujudnya Aceh yang mandiri, produktif, dan sejahtera, sekaligus menjadi contoh daerah lain dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.
