101.954 Keluarga Terdampak Bencana di Aceh Utara Dapat Bantuan Hunian dan JADUP Rp328,46 Miliar
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sebanyak 101.954 keluarga di Kabupaten Aceh Utara tercatat dalam alokasi bantuan bencana dengan total nilai mencapai Rp328.456.950.000 atau sekitar Rp328,46 miliar.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana dan terdiri atas bantuan isi hunian sebesar Rp305.862.000.000 serta jaminan hidup (jadup) sebesar Rp22.594.950.000.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Syamtalira Aron, Selasa (22/9/2026). Bantuan dari pemerintah pusat tersebut disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fakruradhi, mengatakan bantuan yang diserahkan terdiri atas bantuan isi hunian dan jaminan hidup.
Untuk bantuan isi hunian, masing-masing kepala keluarga menerima Rp3 juta. Sementara bantuan jaminan hidup diberikan sebesar Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan.
Dengan skema tersebut, penerima jadup yang mendapatkan bantuan selama 90 hari akan menerima total Rp1,35 juta per jiwa.
"Untuk hari ini pembagian secara simbolis isi hunian dan jadup," kata Fakruradhi.
Ia menyebutkan, total bantuan yang dialokasikan untuk masyarakat terdampak bencana di seluruh Aceh Utara mencapai Rp328.456.950.000.
"Ini untuk seluruh Aceh Utara," ujarnya.
Menurut Fakruradhi, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Sebagian masyarakat di sejumlah kecamatan telah menerima bantuan pada tahap sebelumnya, sedangkan tahap terbaru mencakup penerima yang sebelumnya belum memperoleh bantuan.
Berdasarkan data alokasi bantuan tersebut, Kecamatan Lhoksukon tercatat memiliki jumlah penerima terbanyak, yakni 12.635 keluarga.
Total alokasi bantuan untuk Lhoksukon mencapai Rp37.905.000.000. Dalam dokumen tersebut, seluruh alokasi untuk kecamatan ini tercatat sebagai bantuan isi hunian.
Sementara itu, Tanah Jambo Aye tercatat sebagai kecamatan dengan nilai alokasi terbesar, yakni Rp38.368.050.000 untuk 9.692 keluarga.
Dari total tersebut, Rp29.076.000.000 dialokasikan untuk bantuan isi hunian, sedangkan sekitar Rp9.292.050.000 merupakan bantuan jaminan hidup.
Selain Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye, sejumlah kecamatan lainnya juga mendapat alokasi dalam jumlah besar.
Kecamatan Baktiya tercatat memiliki 7.831 keluarga penerima dengan total alokasi Rp25.048.200.000.
Kemudian Langkahan tercatat memiliki 5.499 keluarga penerima dengan alokasi Rp24.112.350.000.
Sementara Dewantara memiliki 7.954 keluarga penerima dengan total alokasi Rp23.862.000.000.
Alokasi jadup tersebut antara lain Rp1.555.200.000 untuk Baktiya, Rp1.048.950.000 untuk Baktiya Barat, Rp7.615.350.000 untuk Langkahan, Rp525.150.000 untuk Lapang, Rp2.558.250.000 untuk Seunuddon, serta Rp9.292.050.000 untuk Tanah Jambo Aye.
Besaran bantuan pada masing-masing kecamatan berbeda sesuai dengan jumlah penerima dan komponen bantuan yang dialokasikan.
Dengan total alokasi mencapai Rp328,46 miliar untuk 101.954 keluarga, bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah bagi masyarakat Aceh Utara yang terdampak bencana.
Sementara Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah WA, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kasatgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri H. Tito Karnavian, Menteri Sosial RI H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), .atas dukungan yang diberikan untuk masyarakat Aceh Utara.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Haji Prabowo Subianto, yang selalu memikirkan masyarakat Indonesia dan secara khusus Kabupaten Aceh Utara," kata Ismail A Jalil.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan masyarakat terdampak bencana.
"Kita selalu menyampaikan agar masyarakat bersabar bahwa pemerintah selalu ada bersama masyarakat. Inilah bukti pada hari ini, pemerintah selalu memikirkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di masa bencana ini," ujarnya.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah bersama pihak penyalur masih melakukan proses distribusi sesuai data penerima yang telah ditetapkan.***



