Lonjakan Investor Pasar Modal Aceh Capai 51,96 Persen, BNI Sekuritas Perkuat Edukasi dan Layanan Investasi
BANDA ACEH | PASESATU.COM – Jumlah investor pasar modal di Aceh terus mengalami pertumbuhan signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, jumlah Single Investor Identification (SID) di provinsi tersebut mencapai 224.722 investor hingga Desember 2025 atau meningkat 51,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai transaksi saham selama periode yang sama tercatat mencapai Rp2 triliun.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, PT BNI Sekuritas memperkuat kehadirannya di Banda Aceh melalui pembaruan kantor cabang yang diresmikan pada 21 Juli 2026. Cabang tersebut dirancang tidak hanya sebagai pusat layanan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, diskusi, dan pendampingan bagi investor maupun calon investor.
Head of Retail Brokerage BNI Sekuritas, Rohma Fitri Murniawati, mengatakan peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin besarnya partisipasi masyarakat, khususnya investor ritel, dalam pasar modal. Menurutnya, kemudahan akses melalui platform digital turut mendorong pertumbuhan tersebut.
"Pertumbuhan investor di Aceh merupakan sinyal positif bahwa minat masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diiringi dengan literasi yang memadai agar investor dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan berkelanjutan. Karena itu, kami ingin menghadirkan cabang sebagai ruang belajar, diskusi, dan pendampingan investasi," ujar Fitri dalam peresmian kembali kantor cabang BNI Sekuritas di Aceh.
Sebagai bagian dari rangkaian peresmian, BNI Sekuritas juga menggelar kegiatan live trading yang dipandu tim riset ritel perusahaan. Melalui sesi tersebut, nasabah diajak memahami proses analisis pasar secara langsung, mulai dari membaca sentimen pasar, mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pergerakan saham, hingga mempelajari dasar penyusunan keputusan investasi berdasarkan kondisi pasar secara real time.
Menurut Fitri, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait mekanisme transaksi saham dan pentingnya pengelolaan risiko dalam berinvestasi.
"Kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman investor mengenai mekanisme transaksi sekaligus mengasah kemampuan berpikir dalam pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada analisis yang matang dan pengelolaan risiko yang baik," katanya.
BNI Sekuritas juga menyesuaikan layanannya dengan karakteristik Aceh yang menerapkan ekosistem keuangan berbasis syariah. Perusahaan menyediakan fasilitas transaksi saham syariah melalui Sharia Online Trading System (SOTS) yang terintegrasi dalam aplikasi BIONS, sehingga investor dapat bertransaksi pada saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah sesuai ketentuan yang berlaku.
Fitri menegaskan, BNI Sekuritas akan terus memperkuat peran kantor cabang sebagai bagian dari ekosistem layanan yang terintegrasi dengan platform digital.
Menurutnya, pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan memerlukan dukungan berupa pemerataan akses investasi dan peningkatan literasi keuangan di berbagai daerah, termasuk Aceh.***



