BERITA TERKINI

Indahnya Kebersamaan Perantau Aceh di Malaysia Saat Liburan Idul Adha

Hari Raya Idul Adha selalu menghadirkan makna yang mendalam bagi umat Muslim, termasuk bagi para perantau yang menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman. Meski terpisah oleh jarak dan tidak dapat berkumpul bersama keluarga tercinta di tanah air, semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga di negeri rantau.

MALAYSIA | PASESATU.COM
– Hari Raya Idul Adha selalu menghadirkan makna yang mendalam bagi umat Muslim, termasuk bagi para perantau yang menjalani kehidupan jauh dari kampung halaman. 

Meski terpisah oleh jarak dan tidak dapat berkumpul bersama keluarga tercinta di tanah air, semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga di negeri rantau.

Hal tersebut disampaikan oleh Junaidi, Ketua Grup Aceh Bersatu Malaysia, saat dihubungi media ini melalui sambungan video call, Minggu (31/5/2026).

“Meskipun kami berada jauh dari kampung halaman, suasana Idul Adha tetap terasa hangat. Kebersamaan dengan sesama perantau menjadi pengobat rindu kepada keluarga di Aceh,” ujarnya.

Pada momen hari raya ini, para perantau saling menguatkan dan berbagi kebahagiaan melalui berbagai kegiatan bersama. Mereka melaksanakan Salat Idul Adha, bersilaturahmi, menyiapkan hidangan, serta menikmati makanan khas yang mengingatkan pada suasana kampung halaman.

Senada dengan itu, Ida Gultom yang turut didampingi Malek mengatakan bahwa kebersamaan di perantauan menghadirkan rasa kekeluargaan yang kuat di tengah kehidupan yang jauh dari sanak saudara.

“Tawa, canda, dan cerita yang dibagikan saat berkumpul menjadi kenangan indah yang tak ternilai. Kebersamaan ini membuat kami merasa tidak sendiri di negeri orang,” ungkapnya.

Menurut mereka, perbedaan daerah asal bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Justru di perantauan, nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan saling membantu semakin terasa kuat.

Idul Adha menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengingatkan bahwa makna keluarga tidak hanya terikat oleh hubungan darah, tetapi juga oleh rasa persaudaraan dan kepedulian antarsesama.

Di tengah keterbatasan dan jarak yang memisahkan, para perantau mampu menciptakan suasana hangat yang penuh kebahagiaan. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan saling menguatkan akan selalu menghadirkan kebahagiaan, di mana pun berada.

Sebab, kebahagiaan sejati bukan hanya tentang pulang ke kampung halaman, melainkan tentang hadirnya orang-orang yang saling peduli, mendukung, dan menguatkan dalam setiap langkah kehidupan.***

Penulis : Abdul Rafar