Pintu Bendungan Dibuka, Sawah Tetap Kering: Petani Madat Keluhkan Air Jambo Aye Tak Sampai ke Lahan
![]() |
| Hamparan sawah milik petani di Madat masih mengandalkan sisa kelembapan tanah akibat belum maksimalnya aliran irigasi. Foto : Abdul Rafar |
Sejumlah petani menyebutkan, air hanya mengalir di saluran utama dan terhenti sebelum mencapai area persawahan. Padahal, pembukaan pintu bendung sebelumnya sempat menumbuhkan harapan besar bagi petani yang sawahnya mengalami kekeringan pascabanjir.
“Kami melihat pintu bendungan sudah dibuka, tapi air tidak masuk ke sawah. Sampai sekarang sawah kami masih kering,” ujar seorang petani di Desa Pante Merbo, Kamis (5/2/2026).
Warga menduga tidak sampainya air ke lahan pertanian disebabkan oleh kondisi jaringan irigasi yang rusak dan mengalami pendangkalan akibat lumpur serta pasir yang terbawa banjir beberapa waktu lalu. Selain itu, debit air yang dinilai belum maksimal turut memperburuk kondisi distribusi air ke persawahan.
Akibat kondisi tersebut, petani terancam gagal tanam karena ketersediaan air menjadi faktor utama dalam pengolahan lahan pertanian. Jika tidak segera ditangani, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan hasil produksi dan perekonomian masyarakat setempat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan normalisasi serta perbaikan saluran irigasi agar air dari Bendung Jambo Aye benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani.
Warga juga meminta agar pembukaan pintu bendungan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diikuti dengan langkah teknis dan perbaikan menyeluruh jaringan irigasi demi menyelamatkan musim tanam dan keberlangsungan hidup petani di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola bendungan maupun instansi terkait.(*)

