Pasca Banjir, Semen Langka dan Mahal di Aceh Utara
Berdasarkan pantauan pasesatu.com pada Senin (2/2/2026), semen sulit ditemukan di sejumlah toko bangunan di Panton Labu. Kalaupun tersedia, jumlahnya sangat terbatas dan tidak dapat dibeli dalam jumlah besar. Situasi ini dikeluhkan warga, terutama mereka yang terdampak banjir dan tengah berupaya memulihkan tempat tinggalnya.
“Hampir semua toko bangunan di sekitar Kota Panton Labu kosong semen,” ujar Ahmad, seorang tukang bangunan, saat ditemui pasesatu.com.
Selain sulit diperoleh, harga semen juga mengalami kenaikan dan bervariasi. Di tingkat pengecer, harga semen dijual berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 per sak. Harga tersebut dinilai memberatkan masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan bahan bangunan untuk perbaikan rumah.
“Dulu harganya masih normal, sekarang sudah mahal dan tidak menentu. Akibatnya, rencana memperbaiki rumah jadi tertunda,” kata seorang pembeli lainnya.
Warga menduga kelangkaan semen dipicu oleh meningkatnya permintaan seiring pelaksanaan proyek pembangunan hunian sementara (Huntara) yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah terdampak banjir. Menurut mereka, tingginya kebutuhan proyek tersebut tidak diimbangi dengan pengawasan distribusi yang memadai, sehingga pasokan ke masyarakat umum menjadi terbatas.
Sejumlah pedagang bahan bangunan setempat mengakui pasokan semen dalam beberapa waktu terakhir tidak lancar. Mereka menyebutkan distribusi dari pihak distributor sering terlambat, sementara permintaan mengalami peningkatan signifikan.
“Barang ada masuk, tapi cepat habis. Banyak diambil untuk proyek dalam jumlah besar,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk menstabilkan pasokan dan harga semen di pasaran. Mereka meminta agar distribusi bahan bangunan pascabanjir diawasi secara ketat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Jangan sampai masyarakat kecil yang sedang bangkit dari bencana justru dipersulit karena bahan bangunan langka dan mahal,” kata seorang warga.
Masyarakat berharap pasokan semen kembali lancar dan harga dapat dikendalikan agar proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan dengan baik.(*)

