Dampak Banjir Besar Belum Teratasi: Sawah di Jambo Aye Tengah Terancam Gagal Produksi
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kondisi sektor pertanian di Kemukiman Jambo Aye Tengah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini belum sepenuhnya pulih pasca-banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada 26 November 2025.
Memasuki akhir Februari 2026, para petani masih berjibaku dengan kerusakan infrastruktur irigasi yang berdampak langsung pada ancaman gagal tanam, Selasa (24/2/2026).
Infrastruktur Vital Rusak Parah Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik infrastruktur pendukung pertanian mengalami kerusakan serius dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh.
Sedikitnya terdapat tiga persoalan utama yang menghambat aktivitas pertanian warga:
1. Tanggul Irigasi Jebol
Beberapa tanggul yang berfungsi menahan dan mengarahkan air ke areal persawahan dilaporkan rusak berat akibat terjangan banjir. Akibatnya, aliran air tidak lagi terkendali dan tidak dapat dialirkan secara optimal ke lahan-lahan warga.
2. Pendangkalan Saluran Irigasi
Saluran primer dan sekunder kini dipenuhi endapan lumpur serta pasir yang terbawa arus banjir. Pendangkalan tersebut membuat debit air tidak mampu menjangkau sawah-sawah di bagian hilir.
3. Sedimentasi Lahan Pertanian
Tidak hanya saluran irigasi, hamparan sawah warga juga tertutup material sedimen.
Kondisi ini mengubah struktur dan kontur tanah, sehingga menghambat proses olah lahan serta menurunkan tingkat kesuburan tanah.
Sawah Mulai Mengering
Dampak paling nyata terlihat dari kondisi tanah sawah yang mulai merekah akibat kekurangan air.
Sistem pengairan yang lumpuh membuat petani kesulitan memulai musim tanam secara normal.
“Sejak banjir November lalu, irigasi kami hancur. Lumpur masuk ke sawah, parit jadi dangkal. Kalau tidak segera dikeruk dan tanggul diperbaiki, kami sulit menanam,” ujar salah satu petani setempat.
Menurut warga, sebagian petani terpaksa menunda masa tanam karena khawatir bibit padi akan mati akibat minimnya pasokan air.
Jika kondisi ini terus berlanjut, produktivitas pertanian di wilayah Tanah Jambo Aye diperkirakan akan menurun drastis pada musim tanam tahun ini.
Desakan Penanganan Darurat Masyarakat Kemukiman Jambo Aye Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui BNPB dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian untuk segera melakukan langkah-langkah konkret, di antaranya:
Normalisasi saluran irigasi dari endapan sedimen banjir.
Perbaikan permanen tanggul yang jebol agar distribusi air kembali normal.
Penyediaan alat berat untuk membantu pembersihan lahan pertanian yang tertimbun material banjir.
Warga berharap ada respons cepat sebelum musim tanam terlewat.
Jika penanganan tidak segera dilakukan, ribuan hektare lahan pertanian di Kecamatan Tanah Jambo Aye dikhawatirkan beralih fungsi atau menjadi lahan tidur, yang pada akhirnya berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.
Bagi petani Jambo Aye Tengah, pemulihan irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi soal keberlangsungan hidup.(*)
