Wacana Penutupan Tol Sigli–Banda Aceh Ruas Padang Tiji Tuai Respons Masyarakat
ACEH | PASESATU.COM – Informasi yang beredar di masyarakat terkait rencana penutupan sementara Jalan Tol Sigli–Banda Aceh Ruas Padang Tiji pada 22 Januari 2026 menuai beragam tanggapan dari pengguna jalan. Sejumlah pengemudi angkutan umum dan masyarakat menyampaikan kekhawatiran apabila penutupan tersebut benar dilakukan, mengingat peran strategis ruas tol itu bagi mobilitas di Aceh.
Beberapa sopir mobil penumpang (mopen) menilai keberadaan jalan tol sangat membantu efisiensi waktu tempuh, terutama dalam pelayanan transportasi publik yang mengedepankan ketepatan jadwal dan keselamatan penumpang.
“Kami sangat bergantung pada akses tol untuk mempercepat perjalanan. Jika ditutup, tentu akan berdampak pada operasional dan kenyamanan penumpang,” ujar salah seorang sopir mopen yang ditemui di Banda Aceh.
Kekhawatiran serupa disampaikan penumpang angkutan umum. Menurut mereka, penutupan tol berpotensi menghambat distribusi bantuan kemanusiaan, mengingat Aceh masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir di sejumlah wilayah.
“Aceh sedang dalam masa pemulihan. Banyak relawan dan donatur membutuhkan akses cepat untuk menyalurkan bantuan. Jika tol ditutup, mobilitas penanganan bisa terganggu,” ujar seorang penumpang.
Selain mendukung distribusi logistik, kelancaran akses transportasi dinilai penting untuk menunjang aktivitas pemerintahan, termasuk kunjungan pejabat pusat ke Aceh dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Masyarakat berharap pihak pengelola jalan tol serta instansi terkait dapat mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan sebelum mengambil kebijakan. Beberapa alasan utama yang disampaikan antara lain pentingnya kelancaran distribusi logistik bantuan, efisiensi mobilitas pelayanan pemerintahan, serta dukungan terhadap pemulihan ekonomi daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait kepastian rencana penutupan Jalan Tol Ruas Padang Tiji. Masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dan berharap akses tol tetap dapat difungsikan demi mendukung percepatan pemulihan Aceh. (*)

