Rumah Berubah Sunyi, Penyintas Banjir Mengais Sisa Harta Benda
Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
ACEH UTARA | PASESATU.COM - Penyintas banjir besar hanya bisa terdiam saat melihat isi rumah mereka yang tertimbun lumpur. Perabotan, pakaian, hingga peralatan dapur yang selama ini menemani kehidupan sehari-hari tak lagi utuh, terkubur material yang terbawa arus deras.
Di sejumlah rumah, lumpur mengering hingga setinggi lutut. Bau menyengat masih terasa, menyisakan jejak kehancuran di setiap sudut bangunan. Para penyintas berusaha memilah barang yang masih mungkin diselamatkan, meski sebagian besar harus direlakan rusak dan tak lagi bernilai guna.
Amatan media ini, Selasa (13/1/2026), kesedihan tampak jelas di wajah Mawarni, penyintas banjir asal Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, saat mengais sisa-sisa harta bendanya. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini berubah menjadi saksi bisu dahsyatnya banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
“Yang tersisa hanya lumpur. Banyak barang tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya lirih, sembari membersihkan lantai rumah dengan alat seadanya.
Meski dihimpit duka dan kelelahan, para penyintas tetap berupaya bertahan. Dengan peralatan terbatas, mereka membersihkan lumpur secara perlahan, sambil berharap bantuan dan perhatian terus mengalir agar proses pemulihan dapat berjalan.
Bagi para penyintas, banjir besar ini tidak hanya merenggut harta benda, tetapi juga rasa aman dan kenangan yang dibangun selama bertahun-tahun. Kini, mereka berusaha bangkit, menata kembali kehidupan dari sisa-sisa yang ada. (*)

