Pascabanjir, Satu Kelas di Langkahan Masih Belajar di Bawah Tenda
![]() |
| Kepala SD Negeri 2 Langkahan sekaligus Ketua K3S Kecamatan Langkahan, Rusli, Rabu (28/01/2026). Foto : Abdul Rafar. |
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd, mengatakan aktivitas pendidikan secara umum telah kembali normal, meskipun sebagian sekolah masih menghadapi kekurangan fasilitas dasar penunjang pembelajaran.
“Alhamdulillah, proses belajar-mengajar sudah berjalan 100 persen. Namun, satu kelas di SD Negeri 2 Langkahan masih harus belajar di bawah tenda karena belum tersedia meja dan kursi. Meski dalam keterbatasan, kegiatan belajar tetap kami jalankan,” ujar Rusli saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Selain pembelajaran di bawah tenda, kondisi ruang kelas di sejumlah sekolah juga belum sepenuhnya layak digunakan. Meskipun bangunan kelas telah dibersihkan pascabanjir, sebagian besar masih belum dilengkapi mobiler, sehingga siswa terpaksa duduk di lantai selama mengikuti pelajaran.
“Ruang kelas sudah kembali digunakan, tetapi mobiler belum ada. Anak-anak duduk di lantai yang sudah dibersihkan. Yang terpenting bagi kami, proses belajar tidak terhenti,” katanya.
Rusli menambahkan, dampak banjir juga menyebabkan banyak siswa kehilangan seragam sekolah. Hingga kini, sebagian besar siswa masih mengenakan pakaian bebas karena seragam mereka rusak atau hanyut terbawa banjir, sementara kondisi ekonomi orang tua juga belum pulih.
“Sebagian anak sudah memiliki seragam, tetapi banyak juga yang belum. Seragam mereka rusak atau hilang saat banjir, dan orang tua masih kesulitan untuk mengganti,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, pihak sekolah berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak banjir, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar.
“Kami sangat berharap adanya bantuan perlengkapan sekolah, mulai dari meja, kursi, hingga seragam dan sepatu. Banyak orang tua siswa juga masih tinggal di bawah tenda karena rumah mereka rusak berat atau hanyut,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, Rusli menyebutkan bahwa sekolah-sekolah di Langkahan telah menyiapkan program pembelajaran bernuansa keagamaan sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi siswa.
“Insya Allah, selama Ramadan nanti akan dilaksanakan kegiatan keagamaan di sekolah, agar anak-anak tetap mendapatkan pembinaan karakter dan nilai-nilai religius,” katanya.
Sebagai Kepala SD Negeri 2 Langkahan sekaligus Ketua K3S Kecamatan Langkahan, Rusli menegaskan komitmennya untuk memastikan hak pendidikan anak-anak tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pascabencana.
“Yang terpenting, anak-anak tetap bisa belajar. Namun, kami sangat berharap kepedulian nyata dari pemerintah agar pendidikan mereka tidak menjadi korban bencana,” tutupnya.(*)

