Keude Kupie Simpang Tiga Sama Kurok Jadi Ruang Interaksi Warga Panton Labu Pascabanjir
Warung kopi yang berada di kawasan persimpangan strategis ini menjadi tempat berkumpul warga untuk bersilaturahmi sekaligus bertukar informasi terkait kondisi lingkungan dan upaya pemulihan pascabencana. Kehadiran kembali usaha kecil tersebut dinilai turut memberi dampak positif bagi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Sejumlah pengunjung menyebutkan, suasana yang nyaman dan tenang di kedai kopi tersebut membantu mengurangi kejenuhan setelah melewati masa sulit akibat banjir. Selain menikmati kopi, warga memanfaatkan tempat itu sebagai ruang diskusi ringan mengenai perbaikan rumah, fasilitas umum, dan kehidupan sehari-hari pascabanjir.
“Setelah beberapa hari fokus membersihkan rumah dan lingkungan, kami butuh tempat untuk sekadar duduk dan berbincang. Di sini kami bisa saling berbagi cerita dan informasi,” ujar seorang warga Panton Labu yang ditemui di lokasi.
Pemilik Keude Kupie Simpang Tiga Samakurok mengatakan, operasional kembali warung kopi tersebut merupakan bagian dari upaya bangkit bersama pascabencana. Ia berharap keberlangsungan usaha kecil dan menengah (UMKM) dapat membantu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat.
“Kami berusaha tetap buka dan melayani seperti biasa. Mudah-mudahan ini bisa memberi semangat bagi warga dan pelaku usaha lain untuk bangkit,” katanya.
Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan bahwa pemulihan pascabanjir di Aceh Utara dilakukan secara bertahap, mencakup perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan publik, serta dukungan terhadap pelaku UMKM agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*)

