BERITA TERKINI

Kapolda Aceh: Pembersihan Kayu Pascabanjir Terus Berlanjut, Hampir Seribu Personel BKO Dikerahkan

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul



ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan bahwa pembersihan material kayu dan sisa banjir di Aceh Utara masih terus berlangsung dan belum dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Kamis (15/1/2026), dalam kunjungan ke lokasi penanganan pascabanjir di Aceh Utara.

Menurut Kapolda Aceh, hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan rinci terkait asal maupun jumlah kayu yang terbawa arus banjir. Material kayu tersebut diketahui terhanyut ke wilayah hilir dan menumpuk di sejumlah titik, sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap.

“Kayu yang digunakan itu saya belum dapat laporan. Kayunya turun ke bawah, dan di sana cukup banyak,” ujar Irjen Pol Marzuki Ali Basyah kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa penyelesaian awal pembersihan belum dapat dinyatakan tuntas, karena proses pemulihan pascabanjir memiliki tahapan yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
“Pemulihan ini ada tahapannya. Selama masih dalam tahapan ini, tidak akan pernah langsung bersih,” jelasnya.

Untuk mendukung proses pembersihan dan pemulihan, Polda Aceh mengerahkan hampir seribu personel Bawah Kendali Operasi (BKO), khususnya dari satuan Brimob, yang diperbantukan ke wilayah Aceh. Selain itu, personel BKO dari jajaran Polda Aceh juga turut dikerahkan. “Untuk Aceh, BKO dari Brimob sendiri hampir seribu personel. Belum termasuk BKO dari kami,” ungkap Kapolda.

Kapolda Aceh menambahkan bahwa personel BKO disebar ke berbagai titik sesuai dengan kebutuhan lapangan dan permintaan pemerintah daerah.

“Penempatannya tergantung titik dan sasaran. Kami menyesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Polda Aceh memastikan pembersihan material kayu dan pemulihan pascabanjir akan terus berlanjut, seiring upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak.(*)