Dua SD di Langkahan Masih Belajar di Tenda, Sekolah Lain Kekurangan Meja dan Perlengkapan Siswa
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, mengatakan dua sekolah yang masih belajar di tenda adalah SDN 2 Langkahan dan SDN 7 Langkahan. Khusus di SDN 2 Langkahan, sebanyak lima ruang kelas dilaporkan roboh akibat banjir besar sehingga tidak dapat digunakan.
“SDN 2 masih belajar di tenda karena lima ruang kelas roboh akibat banjir. SDN 7 juga masih menggunakan tenda darurat,” kata Rusli, Rabu, 21 Januari 2025.
Rusli menjelaskan, meskipun sebagian besar sekolah terdampak banjir telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar, kondisi fasilitas masih sangat terbatas. Banyak siswa terpaksa belajar secara lesehan karena bangku dan meja rusak atau hanyut terbawa arus banjir.
Selain itu, lanjut Rusli, sejumlah siswa juga kehilangan perlengkapan sekolah seperti buku bacaan, buku tulis, tas, dan alat tulis lainnya akibat terendam atau terbawa banjir.
Ia berharap pemerintah daerah serta instansi terkait dapat segera menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan agar proses belajar mengajar di Kecamatan Langkahan dapat kembali berjalan secara normal dan layak.) *)

