Dua Bulan Pasca Banjir, Desa Sah Raja Masih Terisolasi dan Butuh Pemulihan Ekonomi
Sabar Hati, Perwakilan warga menyampaikan harapan agar proses perbaikan jalan dapat segera dipercepat. “Kami sangat mengharapkan jalan ini segera diperbaiki. Memang sudah terlihat alat berat bekerja, tapi kami mohon agar pengerjaannya bisa dipercepat,” ujarnya, Minggu (25/01/2026).
Banjir bandang tersebut menyebabkan 4 Dusun di Desa Sah Raja porak poranda dan satu dusun tergolong paling parah yakni Dusun Sarahgala, hampir seluruhnya musnah. Gelondongan kayu menumpuk dan menimbun rumah-rumah warga. “Satu dusun ini hilang semua. Untuk Dusun Sarahgala hanya tersisa dua rumah, itupun sudah tidak bisa dihuni,” katanya.
Meski kerusakan tergolong parah, warga memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” tambahnya.
Saat ini, kebutuhan mendesak warga tidak hanya terbatas pada Dusun Sarahgala, melainkan seluruh Desa Sah Raja . Warga berharap pemerintah dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Salah satu usulan yang disampaikan adalah bantuan berbasis produktif, seperti pengelolaan kebun oleh pemerintah yang hasilnya kemudian diserahkan kepada masyarakat.
“Kalau pemerintah memberikan bantuan berupa kebun, misalnya sawit, lalu hasilnya diserahkan kepada warga, itu sangat membantu kami untuk menyambung hidup ke depan. Masyarakat juga bisa bekerja sebagai pekerja harian,” jelasnya. Menurut warga, bantuan tunai dikhawatirkan tidak berkelanjutan jika tidak dikelola dengan baik.
Selain infrastruktur jalan, persoalan lain yang dihadapi warga adalah keterbatasan sarana komunikasi dan penerangan. Jaringan seluler tidak menjangkau wilayah tersebut sejak sebelum bencana. Selama ini, warga sempat mengandalkan layanan internet satelit Starlink yang dibawa relawan, namun bantuan tersebut kini sudah tidak tersedia lagi.
Untuk penerangan, listrik dari PLN belum sepenuhnya menjangkau wilayah terdampak. Di Dusun Sarah Raja, warga hanya mendapat bantuan satu unit mesin genset untuk memenuhi kebutuhan penerangan satu dusun.
Sektor pendidikan juga terdampak akibat bencana. SD Negeri Sarahgala dilaporkan tertimbun material banjir, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan di gedung sekolah. “Akses pendidikan belum normal. Saat ini sudah ada tenda-tenda untuk pendidikan sementara di beberapa lokasi,” kata warga.
![]() |
| Kondisi rumah warga yang dihantam banjir di Dusun Pureng Desa Sah Raja, rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. Foto : Syahrul |
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera mempercepat pemulihan infrastruktur, pendidikan, serta ekonomi agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Sementara berdasarkan hasil pantauan dilapangan terdapat tiga alat berat milik TNI AD, dan tiga alat berat dari BNPB dikerahkan untuk membersihkan lumpur di badan jalan menuju Dusun Sarahgala dan Dusun Sah Raja yang masih terisolir, dan hingga minggu sore warga hanya bisa melintas mengunakan sepeda motor diantara puing-puing sisa banjir akhir tahun lalu. (*)


