BERITA TERKINI

Sekolah di Tanah Jambo Aye Aktif Kembali Pascabanjir, Fasilitas Belajar Masih Rusak

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tanah Jambo Aye, Muhammad Yusuf, Rabu (28/01/2026). Foto : Abdul Rafar.

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Proses belajar mengajar di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, kembali berjalan 100 persen pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. Seluruh sekolah dasar di kecamatan itu telah aktif kembali, meski kegiatan pembelajaran masih berlangsung dalam kondisi darurat.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tanah Jambo Aye, Muhammad Yusuf, mengatakan aktivitas pendidikan telah kembali berjalan meskipun siswa belajar tanpa mengenakan seragam resmi dan menggunakan fasilitas seadanya akibat kerusakan sarana dan prasarana sekolah.

“Anak-anak tetap hadir ke sekolah, namun tidak boleh dipaksakan. Mereka datang dengan pakaian bebas karena seragamnya hanyut dan rusak akibat banjir. Jika dilihat sekilas, seolah tidak ada siswa, padahal proses belajar mengajar tetap berlangsung,” ujar Muhammad Yusuf saat memantau langsung kegiatan sekolah, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, hampir seluruh mobiler sekolah seperti meja dan kursi, serta perlengkapan belajar mengajar termasuk alat tulis kantor (ATK) dan buku pelajaran, mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak digunakan. Hingga kini, pihak sekolah belum menerima kepastian terkait penggantian fasilitas tersebut meski pendataan telah dilakukan di seluruh sekolah dasar di wilayah Tanah Jambo Aye.

“Pendataan sudah berjalan, namun sampai saat ini belum ada informasi resmi mengenai kapan mobiler, ATK, dan buku-buku yang rusak akan diganti,” katanya.

Dalam upaya pemulihan pascabanjir dan menjelang bulan suci Ramadan, sekolah-sekolah setempat juga mulai menjalankan program trauma healing bagi siswa. Program ini dilaksanakan secara bertahap di setiap kelas, bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran menggunakan kurikulum darurat.

“Kami tidak langsung menerapkan Kurikulum Merdeka atau KTSB secara penuh. Proses pembelajaran dilakukan perlahan dan disesuaikan dengan kondisi psikologis anak-anak,” jelas Muhammad Yusuf.

Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa dari kalangan siswa SD Negeri 10 Tanah Jambo Aye saat bencana terjadi. Namun, pengalaman banjir menyisakan trauma mendalam bagi para siswa.

“Anak-anak bercerita saat banjir mereka sempat bergantungan di pohon, naik ke atap rumah, bahkan bertahan di atap meunasah. Ketika ditanya sambil bercanda, mereka mengatakan semua pakaian habis, tidak ada lagi baju, apalagi seragam sekolah,” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, Muhammad Yusuf mewakili para guru dan siswa berharap pemerintah pusat dan daerah segera memberikan perhatian dan bantuan, terutama pengadaan pakaian siswa serta seragam dinas guru.

“Kami memohon perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan, Bupati Aceh Utara, Kepala Dinas Pendidikan, Sekda, dan seluruh pemangku kepentingan. Kondisi ekonomi masyarakat pascabanjir benar-benar terpuruk, sehingga mustahil jika harus membeli sendiri,” tegasnya.

Ia berharap bantuan dapat segera direalisasikan agar proses pendidikan di Tanah Jambo Aye dapat kembali berjalan normal dan optimal, khususnya menjelang Ramadan.(*)