Puskesmas Matang Pudeng Tetap Beroperasi Meski Alami Kerusakan Pascabanjir Besar
ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Puskesmas Matang Pudeng di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, masih mengalami kerusakan fisik akibat banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak 26 Desember 2025. Hingga Minggu (28/12/2025), fasilitas kesehatan tersebut belum sepenuhnya pulih dan masih menyisakan dampak banjir di beberapa bagian.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan pagar puskesmas roboh akibat derasnya arus banjir. Selain itu, lumpur dan bekas genangan air masih terlihat di area sekitar bangunan dan lingkungan luar puskesmas. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait aspek keamanan serta kebersihan lingkungan pelayanan kesehatan.
Meski demikian, Puskesmas Matang Pudeng tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Layanan rawat jalan dan pelayanan dasar lainnya masih berjalan seperti biasa. Tenaga kesehatan tetap siaga untuk memastikan warga, khususnya yang terdampak banjir, tetap mendapatkan akses layanan medis.
Warga setempat menilai keberadaan puskesmas sangat vital pascabanjir, mengingat potensi meningkatnya berbagai penyakit, seperti infeksi kulit, diare, dan gangguan pernapasan. Namun, mereka berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar pelayanan kesehatan dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
“Kami bersyukur puskesmas masih melayani. Tapi pagar yang roboh dan sisa lumpur ini perlu segera dibersihkan dan diperbaiki, demi keselamatan dan kebersihan,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Banjir besar yang melanda Aceh sejak akhir Desember tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum, termasuk sarana kesehatan. Hingga kini, proses pembersihan dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan di beberapa wilayah terdampak.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama instansi terkait segera melakukan rehabilitasi Puskesmas Matang Pudeng agar pelayanan kesehatan pascabanjir dapat berjalan optimal serta aman bagi tenaga medis dan pasien.(*)
