BERITA TERKINI

Muhammad Nasir, Penyandang Disabilitas di Aceh Utara yang Bertahan Hidup Tanpa Alat Bantu Jalan

Muhammad Nasir, penyandang disabilitas warga Desa Buket Monsukon, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, saat beraktivitas di lingkungan tempat tinggalnya, dan lagi berbincang dengan Wartawan PASESATU Abdul Rafar, Jumat (19/12/2025). Foto : Syahrul / pasesatu.


ACEH UTARA | PASESATU.COM - Sore itu, Jumat, 19 Desember 2025, tim Pasesatu berada di Desa Buket Monsukon, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Bersama relawan Forum Konservasi Leuser (FKL) dan LAZ Sidogiri yang akan menyalurkan bantuan pascabanjir kepada warga terdampak.

Di tengah penyaluran bantuan tersebut, perhatian tertuju pada seorang pria yang bergerak perlahan di tepi jalan. Ia tidak berjalan seperti kebanyakan orang, melainkan berpindah tempat dengan cara merangkak. Tubuhnya bertumpu pada bagian bawah, dilapisi celana jeans tebal sebagai pelindung dari gesekan aspal.

Pria itu bernama Muhammad Nasir, warga Desa Buket Monsukon. Ia merupakan penyandang disabilitas yang kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan sekitar 20 tahun lalu. Seiring bertambahnya usia dan kondisi fisik yang terus menurun, Nasir kini tidak lagi mampu berjalan.

Dalam kesehariannya, Nasir hanya bisa berpindah tempat dengan merangkak. Ia tidak memiliki kursi roda maupun alat bantu jalan lainnya. Keterbatasan tersebut membuat aktivitas sederhana menjadi sulit dan membatasi ruang geraknya.

Warga sekitar mengetahui kondisi Nasir telah berlangsung lama. Menurut mereka, Nasir dikenal sebagai pribadi pendiam dan jarang mengeluhkan keadaannya. Namun, keterbatasan alat bantu membuat kehidupannya semakin berat, terutama di tengah kondisi pascabanjir yang turut berdampak pada masyarakat setempat.

Nasir membutuhkan bantuan berupa kursi roda atau alat bantu jalan agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan layak. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantunya meningkatkan kemandirian serta mengurangi risiko cedera akibat harus terus bergerak di permukaan jalan.

Kisah Muhammad Nasir mencerminkan masih adanya penyandang disabilitas di daerah yang membutuhkan perhatian lebih serius. Dukungan dari pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar Nasir, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kepedulian terhadap kelompok rentan. (*)