Di Balik Lumpur Pasca Banjir, Perjuangan Petugas PLN di Langkahan
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Lumpur masih melekat di jalan-jalan sempit Dusun Seupeng, Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan. Jejak banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga itu belum sepenuhnya hilang. Namun, di tengah sisa-sisa genangan dan akses yang terbatas, sejumlah petugas PLN Panton Labu terus bergerak, menyusuri wilayah terdampak demi satu tujuan: memastikan listrik kembali menyala dengan aman.
Banjir memang telah surut, tetapi pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Tiang-tiang listrik diperiksa satu per satu, kabel-kabel diamati dengan cermat. Setiap langkah dilakukan dengan kehati-hatian tinggi. Bagi petugas PLN, keselamatan warga menjadi prioritas utama sebelum arus listrik dialirkan kembali ke rumah-rumah penduduk.
“Kondisi pascabanjir sangat rawan. Air dan lumpur bisa menyebabkan korsleting jika instalasi tidak dicek secara menyeluruh,” ujar salah seorang petugas di lokasi penanganan. Karena itu, pemeriksaan jaringan dilakukan secara bertahap, memastikan tidak ada potensi bahaya yang bisa mengancam keselamatan masyarakat.
Di tengah medan yang sulit, para petugas tetap bekerja dengan perlengkapan seadanya, terkadang harus berjalan kaki menembus lumpur untuk menjangkau titik-titik jaringan listrik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk tetap hadir di saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
PLN juga mengimbau warga agar tidak terburu-buru menyalakan instalasi listrik di rumah masing-masing sebelum dinyatakan aman. Masyarakat diminta segera melaporkan jika menemukan tiang miring, kabel terkelupas, atau instalasi yang rusak akibat banjir.
Bagi warga Dusun Seupeng, kehadiran petugas PLN di tengah kondisi pascabencana menjadi harapan tersendiri. Di balik seragam dan sepatu yang penuh lumpur, tersimpan kerja sunyi yang jarang terlihat, namun berdampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Di Langkahan, listrik bukan sekadar penerangan. Ia adalah tanda bahwa kehidupan perlahan kembali berjalan, seiring surutnya banjir dan bangkitnya harapan.(*)
