BERITA TERKINI

24 Hari Pascabanjir, Warga Aceh Tengah Terpaksa Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Beras


ACEH TENGAH | PASESATU.COM
– Sudah 24 hari pascabanjir, ribuan warga Aceh Tengah masih kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok. Ironisnya, bantuan dari pemerintah nyaris tidak sampai. Saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto, bantuan beras hanya diberikan sebanyak 3 gram per KK (3 one), jumlah yang jelas tidak mencukupi keluarga terdampak.

Sementara itu, harga beras Perbambu melonjak selangit. Pada Kamis, 18 Desember 2025, 1,6 kilogram beras Perbambu dijual seharga Rp80 ribu, atau sekitar Rp50.000 per kilogram. Harga ini dinilai sangat mencekik warga, apalagi distribusi bantuan terhambat karena putusnya akses jalan pascabanjir.

Akibat kondisi ini, warga terpaksa membawa cabai ke Lhokseumawe dan Bireun dengan berjalan kaki puluhan kilometer hanya untuk menukar atau membeli beras. Sementara jika membeli di kota Tangkegon, harga beras dianggap “minta ampun”, seolah rakyat sedang dijajah di tanah sendiri.


“Jalan putus, harga beras selangit, bantuan nyaris tidak sampai. Kita terpaksa jalan kaki puluhan kilometer hanya untuk dapat beras,” keluh seorang warga terdampak.

Kritikus menilai pemerintah pusat dan daerah terlalu lamban dan tidak hadir di saat rakyat paling membutuhkan. “Sudah 24 hari, tapi prioritas pemerintah seolah berbeda. Rakyat Aceh Tengah seperti sedang dijajah oleh harga kebutuhan pokok sendiri,” sindir seorang aktivis kemanusiaan.

Warga mendesak pemerintah segera menyalurkan bantuan, memperbaiki akses jalan, menstabilkan harga, dan memastikan distribusi layak serta tepat sasaran. Jika tidak, penderitaan warga tidak hanya akibat banjir, tetapi juga karena kelalaian pemerintah. (*)