Tren Kasus Influenza A Menurun, Tapi Anak Balita Masih Terpapar
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH | PASESATU.COM - Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh melaporkan tren kasus Influenza A mulai menurun. Hingga Selasa (12/11/2025), tercatat 14 kasus positif dari 41 spesimen yang diperiksa.
Namun, 21 spesimen lainnya masih menunggu hasil dari BLKM Aceh. Angka-angka ini memang terlihat menenangkan, tapi bagi masyarakat, ketepatan dan kecepatan respons jauh lebih penting daripada grafik menurun.
Dari 14 kasus positif, tujuh dialami anak-anak usia 0-14 tahun, dengan balita 0-5 tahun menjadi yang paling rentan. Anak-anak ini belum memiliki sistem imun kuat, sehingga paparan virus Influenza A bisa berakibat serius. Ironisnya, sementara mereka menunggu diagnosis, sistem kesehatan kota tampak lebih sibuk mencatat angka daripada melindungi nyawa.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyebut status wabah akan ditentukan berdasarkan surveilans epidemiologi. Namun bagi orang tua yang melihat anak-anak mereka batuk dan demam, surveilans terdengar seperti jargon birokrasi kosong. Tindakan nyata pemeriksaan cepat, isolasi kasus positif, edukasi publik harus berjalan bersamaan dengan laporan statistik.
Imbauan untuk tetap waspada terdengar wajar, tapi tanpa tindakan konkret, itu hanyalah peringatan simbolik. Balita yang sakit tetap menunggu, sementara sistem kesehatan lambat merespons. Angka menurun tidak menjamin risiko berkurang jika diagnosis tertunda dan fasilitas terbatas.
Kesimpulannya, tren kasus memang menurun, tapi kenyataan di lapangan menunjukkan balita masih menjadi korban sistem lamban. Pemerintah kota harus mempercepat respons, transparan, dan bertindak nyata. Sampai itu dilakukan, virus Influenza A tetap mengintai, sementara laporan statistik hanya menenangkan mata, bukan menyelamatkan nyawa.(*)
