Plt Sekda Aceh Utara Tegaskan Pendidikan Pilar Utama Mendukung Visi “Meligou Panglima”
Font Terkecil
Font Terbesar
Pernyataan ini disampaikan menyusul berbagai kegiatan pendidikan yang digelar menjelang Hari Guru Nasional (HGN) 2025, yang jatuh pada 25 November mendatang. Menurut Plt Sekda, visi Meligou Panglima menekankan pembangunan karakter, akhlak, dan religiositas sebagai fondasi utama kebangkitan Aceh Utara, selaras dengan upaya peningkatan kualitas guru dan peserta didik.
“Pendidikan bukan hanya tentang mengajar, tetapi membentuk karakter. Guru adalah panglima di barisan terdepan, dan pemerintah hadir untuk memastikan mereka didukung sepenuhnya,” ujar Jamaludin.
Sebagai bagian dari peringatan HGN ke-80, PGRI Aceh Utara menggelar Lomba Tahfiz Qur’an Juz 30 dan Lomba Hafalan Asmaul Husna bagi para guru di Gedung Panglateh, Lhoksukon, pada 20 November 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Aceh Utara Bangkit dalam Bingkai Pendidikan Berkualitas Bersama Guru Bermartabat” dan “Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Profesi Terpercaya, Dinamis, Kuat, dan Bermartabat.”
Lomba Tahfiz dan hafalan Asmaul Husna bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana penguatan spiritual bagi guru agar mampu menularkan nilai-nilai keislaman dan moral kepada peserta didik. “Dengan mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT melalui Asmaul Husna, iman dan takwa guru akan bertambah, sehingga secara tidak langsung meningkatkan kualitas pendidikan dan kehidupan siswa,” kata Jamaludin.
Selain itu, DPD AGPAII Aceh Utara menyelenggarakan Silaturrahmi dan Diskusi Panel Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang MI, SD, SMP, MTs, SMA/MA, dan SMK. Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pembelajaran dengan kasih sayang, kepedulian sosial, moral, dan agama, agar pendidikan agama di sekolah dapat diintegrasikan dengan nilai-nilai ke-Dayah-an secara relevan dan humanis.
Pendidikan Sebagai Pilar Strategis Meligou Panglima
Plt Sekda menegaskan, berbagai kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan dunia pendidikan terhadap visi Meligou Panglima. Pendidikan Aceh Utara tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, moral, dan religiositas.
“Guru yang bermartabat, berkarakter, dan memiliki kompetensi tinggi adalah kunci tercapainya visi Bupati. Meligou Panglima hanya akan berhasil jika sektor pendidikan menjadi lokomotif utama,” ujarnya.
Selain lomba dan diskusi panel, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga memastikan insentif guru Dayah dibayarkan selama 12 bulan penuh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat motivasi dan kesejahteraan guru yang menjadi pilar pendidikan keagamaan di daerah. Plt Sekda menekankan bahwa penghargaan terhadap guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan pembangunan karakter peserta didik.
Kegiatan HGN 2025 di Aceh Utara menunjukkan sinergi antara pemerintah, organisasi guru, dan lembaga pendidikan. Plt Sekda Jamaludin menilai seluruh kegiatan ini selaras dengan misi Meligou Panglima, yaitu membangun Aceh Utara yang bangkit, bermartabat, beradab, dan religius.
“Setiap kegiatan, mulai dari lomba Tahfiz, hafalan Asmaul Husna, hingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, merupakan langkah konkrit dalam membentuk generasi yang memiliki adab, keimanan, dan kompetensi. Guru adalah ujung tombak, dan semua pihak harus mendukung mereka,” tuturnya.
Dengan berbagai program pendidikan dan apresiasi terhadap guru, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap visi Meligou Panglima dapat terwujud secara menyeluruh, mencakup moral, budaya, pendidikan, dan karakter generasi muda, sehingga Aceh Utara benar-benar bangkit menuju kemajuan
