Sinergi Kebijakan Daerah dan Nasional untuk Kesejahteraan Masyarakat
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Suasana hangat tampak di sebuah kedai kopi di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, ketika Bupati Aceh Utara H. Ismail Ajalil, S.E., M.M. (Ayah Wa) bertemu dengan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, pada Senin (27/10/2025) malam. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Staf Penghubung Haji Uma di Aceh Utara, Abdul Rafar.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun serius itu, keduanya berdiskusi mengenai arah pembangunan Kabupaten Aceh Utara, terutama di bidang pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Salah satu program yang mendapat perhatian dari Haji Uma adalah inovasi pendidikan “dayah masuk sekolah umum”, yang digagas Pemerintah Kabupaten Aceh Utara di bawah kepemimpinan Bupati Ayah Wa.
Melalui program ini, guru dayah diberi kesempatan mengajar di sekolah umum satu kali dalam seminggu untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa tanpa mengganggu kurikulum nasional.
“Kebijakan ini bukan sekadar program administratif, tetapi bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman,” ujar Haji Uma.
Ia menilai, kebijakan tersebut mampu memadukan pendidikan umum dan nilai-nilai keagamaan secara harmonis. Menurutnya, meskipun program serupa pernah dicoba di beberapa daerah lain, pelaksanaannya di Aceh Utara dinilai lebih konsisten dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Selain bidang pendidikan, Bupati Ayah Wa juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kesejahteraan aparatur gampong. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara disebut telah menyesuaikan insentif bagi perangkat gampong, termasuk Tuha Peut dan Imum Gampong.
“Ini wujud penghargaan atas pengabdian mereka. Pemerintah tidak boleh hanya menuntut, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan aparatur di tingkat desa,” ujar Bupati Ayah Wa.
Pada tahun 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga berencana meluncurkan program bajak sawah gratis bagi petani, yang akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK). Program ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Kebijakan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah nasional dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan berbasis desa dan pertanian.
Aceh Utara kini menatap masa depan dengan semangat baru membangun dari bawah, berpijak pada nilai-nilai Islam, dan beriringan dengan arah pembangunan nasional.(*)
