Duet Amran–Sudaryono: Kepemimpinan Visioner Menuju Swasembada Pangan
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA | PASESATU.COM — Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan perubahan iklim yang menekan rantai pasok pangan dunia, sektor pertanian Indonesia justru menampilkan semangat baru.
Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman dan Sudaryono kini bergerak dengan irama yang serempak, cepat, terukur, dan berpihak pada petani.
Duet ini bukan sekadar kombinasi administratif, melainkan bentuk sinergi strategis antara visi makro dan eksekusi mikro.
Di tangan Amran, kebijakan pertanian dijalankan dengan presisi dan keberanian mengambil keputusan. Sementara di lapangan, Sudaryono memastikan kebijakan itu menembus batas birokrasi dan dirasakan langsung oleh petani.
“Kalau kita kompak, program cepat jalan dan hasilnya langsung dirasakan rakyat. Ini bukan hanya soal kebijakan, tapi soal keberpihakan pada petani,” tegas Mentan Amran.
Dalam berbagai forum internal, Amran kerap menyebut Wamentan Sudaryono sebagai “energi baru” di Kementan sosok muda yang memahami denyut lapangan, gesit, dan penuh inisiatif. Sudaryono sendiri menegaskan, mandat yang diembannya adalah memastikan “kecepatan eksekusi” berjalan seiring dengan ketepatan sasaran.
“Pak Menteri selalu menekankan kerja konkret. Kami bergerak bersama dengan semangat yang sama untuk memastikan hasilnya sampai ke petani,” ujar Sudaryono.
Di bawah kepemimpinan duet ini, sejumlah agenda prioritas dijalankan secara simultan, Optimasi Lahan (Oplah) untuk meningkatkan produktivitas, peningkatan pupuk bersubsidi, percepatan tanam, serta penguatan infrastruktur pertanian di daerah sentra pangan.
Tidak hanya itu, peran strategis Wamentan sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog turut memperkuat rantai pasok dan stabilitas harga.
Hingga April 2025, Bulog telah menyerap 2,7 juta ton gabah, sementara produksi beras nasional Januari–Mei 2025 mencapai 16,62 juta ton naik 1,83 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Proyeksi stok beras nasional mencapai 3,3 juta ton, tertinggi dalam dua dekade terakhir, menjadi bukti konkret keberhasilan arah kebijakan tersebut.
Di tengah berbagai tantangan, duet Amran–Sudaryono telah menghadirkan babak baru dalam tata kelola pertanian nasional memadukan ketegasan visi, kecepatan eksekusi, dan kedekatan dengan petani.
Kepemimpinan mereka menunjukkan bahwa swasembada pangan bukan cita-cita masa lalu, melainkan keniscayaan yang sedang diwujudkan dengan kerja nyata.(*)
