Bupati Aceh Utara dan Haji Uma Bahas Sinergi Pembangunan Daerah dan Nasional
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Di sebuah kedai kopi sederhana di Kota Panton Labu, suasana hangat menyelimuti pertemuan antara Bupati Aceh Utara, H. Ismail Ajalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), dengan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos., yang didampingi staf penghubungnya di Aceh Utara, Abdul Rafar, yang dikenal aktif membantu masyarakat dalam urusan kemanusiaan.
Malam itu, mereka berdiskusi panjang mengenai arah pembangunan Kabupaten Aceh Utara, khususnya pendidikan, ekonomi rakyat, dan kesejahteraan aparatur desa. Haji Uma membuka percakapan dengan pertanyaan strategis: “Pak Bupati, bagaimana program-program pembangunan ini dapat menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil, tanpa hanya menjadi proyek administratif?”
Menanggapi hal itu, Bupati H. Ismail Ajalil menjelaskan, “Kami ingin pembangunan Aceh Utara benar-benar berpihak pada masyarakat. Pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan aparatur gampong adalah prioritas kami. Contohnya, program pendidikan dayah masuk sekolah umum memberi ruang guru dayah mengajar sekali seminggu agar nilai keislaman tetap tertanam tanpa mengganggu kurikulum nasional. Ini bagian dari membangun karakter generasi muda.”
Program ini mendapat apresiasi Haji Uma. “Kebijakan ini bukan hanya administratif, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang pemerintah kepada generasi muda. Langkah Pak Bupati patut dicontoh, karena mampu memadukan pendidikan modern dengan nilai-nilai dayah yang menjadi akar budaya Aceh,” ujarnya, Senin malam (26/10/2025).
Selain pendidikan, Bupati Ayah Wa menekankan perhatian terhadap kesejahteraan aparatur gampong. “Berbeda dengan daerah lain yang justru mengurangi gaji perangkat desa, di Aceh Utara kami tingkatkan, termasuk bagi Tuha Peut dan Imum Gampong. Ini wujud penghargaan atas pengabdian mereka. Pemerintah tidak hanya menuntut, tetapi juga harus mensejahterakan,” kata Bupati H. Ismail Ajalil.
Haji Uma menyambut kebijakan ini dengan positif: “Langkah ini sangat tepat. Aparatur desa yang sejahtera akan lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Ini bukti sinergi antara kepemimpinan lokal dan perhatian terhadap rakyat kecil.”
Tak hanya itu, pada 2026, Pemkab Aceh Utara akan meluncurkan program bajak sawah gratis bagi seluruh petani, dibiayai dari APBK Kabupaten. Bupati H. Ismail menegaskan, “Program ini sejalan dengan ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto, mendorong kemandirian pangan desa, dan meningkatkan kesejahteraan petani.”
Haji Uma menambahkan, “Sinergi kebijakan lokal dan nasional seperti ini menunjukkan pembangunan bukan sekadar angka atau proyek fisik, tapi soal keberpihakan pada rakyat. Aceh Utara memberi contoh bahwa kebijakan berpihak rakyat bisa berjalan seiring visi besar bangsa.”
Dengan langkah-langkah tersebut, Kabupaten Aceh Utara menatap masa depan dengan harapan baru: Aceh Bangkit, membangun dari bawah, berpijak pada nilai Islam, dan berjalan seiring arah bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.(*)
