BERITA TERKINI

Antisipasi Anjloknya Harga Gabah, Kodim 0103 Aceh Utara Bergerak Cepat


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Para petani di Kabupaten Aceh Utara mulai bisa bernapas lega. Setelah harga gabah sempat turun di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP), kini pengawasan ketat dilakukan oleh Kodim 0103/Aceh Utara untuk memastikan petani tidak dirugikan.

Selama beberapa pekan terakhir, harga gabah di sejumlah gampong, termasuk Alue Keurinyai, mengalami penurunan hingga di bawah Rp6.500 per kilogram. Padahal angka tersebut sudah ditetapkan sebagai HPP berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025.

Kondisi ini sempat membuat petani khawatir, karena hasil panen menjadi satu-satunya tumpuan ekonomi keluarga. Menanggapi situasi itu, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani, S.Sos., M.M.D.S. langsung mengerahkan jajaran Babinsa untuk turun ke lapangan.

 “Kami memastikan harga gabah tetap sesuai ketentuan pemerintah. Petani harus terlindungi, dan tidak boleh ada yang membeli di bawah HPP,” ujar Dandim, Selasa (29/10/2025).

Berdasarkan hasil pemantauan, turunnya harga gabah disebabkan oleh beberapa hal. Curah hujan tinggi membuat kadar air meningkat, sementara sebagian petani terpaksa panen lebih cepat akibat serangan hama.

Selain itu, penyerapan gabah oleh Bulog belum optimal, dan di beberapa daerah terjadi kelebihan pasokan. Tak hanya itu, muncul dugaan adanya permainan harga oleh sebagian pengepul yang menilai kualitas gabah menurun.

Untuk menjaga harga tetap stabil, Kodim bersama petani dan perangkat gampong melakukan sejumlah langkah. Petani diimbau menjemur gabah hingga kadar air maksimal 25 persen, serta menggunakan pengering mekanis jika tersedia.

Gabah juga disarankan disimpan di tempat tertutup dan berventilasi agar tidak lembab, serta disortir sesuai kualitas. Di sisi lain, Babinsa di setiap gampong memantau harga harian, sementara koordinasi dengan Bulog terus diperkuat agar penyerapan gabah dilakukan tepat waktu.

“Kami dampingi petani agar hasil panen mereka tidak merugi. Semua ini bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tambah Letkol Jamal Dani.

Upaya menjaga harga gabah juga melibatkan banyak pihak. Dinas Pertanian memberikan bimbingan teknis terkait panen dan pengendalian hama, sementara Dinas Perdagangan mengawasi agar transaksi gabah sesuai HPP.

Bulog sendiri menyiapkan serapan gabah sebagai cadangan pangan nasional, sekaligus memastikan distribusi beras ke pasar tetap stabil.

Stabilitas harga gabah bukan sekadar soal keuntungan petani, tapi juga soal keberlanjutan pasokan pangan nasional. Harga yang sehat akan melindungi petani, mencegah inflasi pangan, serta menggerakkan ekonomi daerah.

Pemerintah pun menegaskan, pihak yang membeli gabah di bawah HPP dapat dikenai sanksi sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 dan UU Nomor 7 Tahun 2014, mulai dari denda hingga pidana penjara.

Letkol Arh Jamal Dani menegaskan, pengawasan ini bukan untuk menakuti siapa pun, melainkan bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyatnya.

“Kalau harga gabah stabil, petani sejahtera, dan ekonomi Aceh Utara ikut bergerak. Itulah tujuan utama kami,” tutup Dandim.(*)