BERITA TERKINI

Ketua TBS Aceh Utara Apresiasi Perhatian Pemerintah untuk Tenaga Bakti Sukarela


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
– Ketua Tenaga Bakti Sukarela (TBS) Kabupaten Aceh Utara, M. Yasir, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan perhatian serta memperjuangkan nasib ribuan tenaga bakti sukarela (non ASN) yang selama ini mengabdi tanpa kepastian status.

“Atas nama seluruh tenaga bakti sukarela yang bertugas di 32 puskesmas Aceh Utara, saya menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), Wakil Bupati Tarmizi (Payang), DPRK Aceh Utara, DPRA, hingga anggota DPR RI  dan DPD yang telah mendengar dan memperjuangkan suara kami,” ujar M. Yasir, Rabu (17/9/2025).

Apresiasi tersebut muncul setelah Bupati Aceh Utara secara resmi mengirimkan surat bernomor 800/1525/2025 tertanggal 12 September 2025 kepada Menteri PAN-RB, Rini Widyantini. Surat itu berisi usulan agar 2.323 tenaga bakti sukarela yang tidak lulus seleksi CPNS dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

“Teristimewa kami sampaikan terima kasih kepada Bupati Ayahwa yang telah berani menyuarakan aspirasi kami melalui surat resmi kepada pemerintah pusat. Langkah ini memberi harapan besar bagi ribuan tenaga bakti di Aceh Utara,” tegas M. Yasir.

Selain pemerintah daerah, ia juga menyampaikan penghargaan kepada H. Uma, anggota DPD RI asal Aceh, yang selama ini konsisten menyuarakan aspirasi tenaga bakti sukarela di tingkat nasional. “Tanpa dukungan beliau di Senayan, mungkin suara kami tidak sampai sejauh ini,” tambahnya.

Ucapan terima kasih turut ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, yang terus membina para tenaga bakti sukarela, serta Kepala BKPSDM Aceh Utara yang ikut berperan dalam mendukung kebijakan dan administrasi terkait perjuangan mereka.

M. Yasir mengisahkan bagaimana tenaga bakti sukarela tetap melayani masyarakat meski dengan keterbatasan kesejahteraan. “Kami bekerja tanpa mengenal waktu, bahkan hingga ke pelosok desa. Semua itu demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, meski kami juga berharap ada kepastian untuk keluarga dan masa depan,” ucapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan penuh harapan agar langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah daerah, DPRK, DPRA, DPRI, hingga tokoh Aceh di Senayan membawa hasil positif. “Semoga perjuangan ini berbuah kebaikan dan menjadi jalan untuk kesejahteraan tenaga bakti sukarela,” pungkasnya.(*) 

Editor : Syahrul Usman