Lahan Tidur Disulap Jadi Ladang Produktif, Tanjong Dama Sukseskan Ketahanan Pangan Dana Desa
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Dari hamparan lahan tidur yang dulunya hanya ditumbuhi semak belukar di tepi Kreung Kerutou, kini menjulang batang-batang jagung yang siap dipanen. Pemandangan ini hadir di Gampong Tanjong Dama, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, berkat pemanfaatan dana desa untuk program ketahanan pangan.
Program yang mulai digarap sejak 8 Mei 2025 itu segera memasuki masa panen perdana pada awal September. Bagi masyarakat, keberhasilan ini bukan hanya hasil tani, melainkan simbol kebangkitan desa dan bukti nyata bahwa dana desa mampu mendorong kemandirian ekonomi warga.
Geuchik Tanjong Dama, Rasyidin, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, jagung yang kami tanam bersama tumbuh subur. Panen perdana ini adalah bukti nyata bahwa dana desa benar-benar bermanfaat untuk ketahanan pangan masyarakat. Kami berharap Bapak Bupati Aceh Utara, H. Ismail Ajalil, bisa hadir langsung pada panen nanti. Kehadirannya akan menjadi kebanggaan dan penyemangat luar biasa bagi warga,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025).
Harapan senada juga diungkapkan oleh seorang petani setempat. Menurutnya, panen jagung hasil program dana desa memberi arti besar bagi kehidupan rakyat kecil.
“Kalau Pak Bupati datang, itu bukti perhatian pemerintah terhadap jerih payah rakyat desa. Kami merasa dihargai, dan semangat kami akan semakin berkobar,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar nilai ekonomi, panen jagung ini membuktikan bahwa dana desa dapat menjadi instrumen penting dalam menggerakkan ketahanan pangan lokal. Lahan tidur berhasil disulap menjadi sumber kehidupan, sekaligus memperkuat kemandirian desa di tengah tantangan ekonomi global.
Kini, jagung yang sebentar lagi dipanen itu menjadi simbol baru: bahwa desa bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga pencipta solusi. Dengan dana desa, masyarakat mampu menanam kemandirian, menumbuhkan harapan, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera.
Panen perdana jagung di Tanjong Dama menandai langkah awal dari mimpi yang lebih besar: mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dari desa untuk Aceh Utara. Sebuah bukti bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada proyek besar, melainkan bisa dimulai dari tanah sederhana yang diolah dengan tekad, doa, dan kebersamaan.(*)
