BERITA TERKINI

Harga TBS Sawit di Aceh Utara Stabil, Masih Dipengaruhi Fluktuasi CPO Global


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aceh Utara terpantau stabil pada pekan ketiga Agustus 2025. Meski demikian, perbedaan harga di tingkat pabrik dan pengepul masih menjadi perhatian petani, sementara fluktuasi minyak sawit mentah (CPO) di pasar global terus menjadi faktor penentu utama.

Di pabrik PTPN IV Regional 6 Cot Girek, harga TBS ditetapkan Rp2.820 per kilogram sejak dua hari lalu. Sementara itu, pengepul membeli di kisaran Rp2.500 per kilogram. Manajer PKS Cot Girek, Basri, menyebutkan bahwa harga terbaru belum keluar. Hari ini dan besok pabrik tidak menerima buah dari pihak ketiga karena sedang dalam masa pemeliharaan.

“Untuk harga TBS baru akan ditetapkan Senin malam atau Selasa. Kita belum bisa memproyeksikan apakah akan naik atau turun karena itu sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga CPO dunia,” ujar Basri, Sabtu (23/8/2025).

Seorang petani sawit di Kecamatan Cot Girek, Ahmad (45), mengatakan harga saat ini terbilang stabil dibanding pekan sebelumnya.

Tren Harga di Aceh

Berdasarkan data Pemerintah Aceh, harga acuan TBS periode Agustus 2025 ditetapkan dengan rata-rata harga CPO sebesar Rp14.488,54 per kilogram, kernel Rp12.680,20 per kilogram, dan indeks “K” sebesar 89,24 persen. Di wilayah timur Aceh, harga TBS sawit umur 10–20 tahun bahkan sempat menyentuh Rp3.409 per kilogram.

Disparitas harga antarwilayah ini mencerminkan adanya perbedaan struktur distribusi, akses transportasi, hingga kualitas buah. Petani berharap pemerintah daerah dapat memastikan agar harga di tingkat lokal tidak merugikan petani kecil.

Pengaruh Pasar Global

Harga CPO dunia saat ini menjadi faktor utama penentu harga sawit di Aceh. Pada 15 Agustus 2025, harga CPO ditutup di level MYR4.472 per ton, naik 1,57 persen dibanding pekan sebelumnya. Namun, per 20 Agustus 2025, harga CPO sedikit terkoreksi ke MYR4.497 per ton.

Kementerian Perdagangan RI mencatat harga referensi (HR) CPO untuk periode Agustus 2025 ditetapkan sebesar US$910,91 per metrik ton, naik 3,76 persen dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan dari India dan Tiongkok, dua negara pengimpor terbesar CPO Indonesia.

Menurut analisis Reuters, harga CPO sepanjang 2025 diproyeksikan rata-rata di kisaran MYR4.350 per ton, naik 5,4 persen dari tahun lalu. Lonjakan tersebut didukung implementasi kebijakan biodiesel B40 di Indonesia yang diperkirakan menyerap 1,2–1,7 juta ton CPO.

Dengan situasi global yang masih bergejolak, para petani di Aceh Utara berharap ada kepastian harga yang lebih adil. Kepastian ini diyakini dapat meningkatkan motivasi produksi sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan sawit yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.(*)