BERITA TERKINI

Harga Bawang Merah di Aceh Utara Naik, Ikuti Tren Kenaikan Nasional


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
– Harga bawang merah di pasar Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mulai merangkak naik sejak tiga hari terakhir. Kenaikan ini dirasakan pedagang dan pembeli, meski pasokan dinilai masih lancar.

Pantauan Pasesatu pada Rabu (27/8/2025) mencatat harga beberapa jenis bawang merah mengalami kenaikan:

  • Bawang Merah Jawa (Brebes): dari Rp 40.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram.
  • Bawang Merah Bombay (Packing): dari Rp 30.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram.
  • Bawang Merah Birma: dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Chairil, salah satu pedagang di Pasar Panton Labu, menyebutkan bahwa kenaikan harga tidak lepas dari distributor. “Saya hanya menaikkan harga karena di tingkat distributor sudah tinggi. Pasokan tetap ada, tetapi sejak tiga hari lalu harganya sudah naik,” ujarnya.

Kenaikan harga bawang merah di Aceh Utara sejalan dengan tren nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga bawang merah nasional pada minggu ketiga Agustus 2025 mencapai Rp 53.098 per kg, naik 12,79 persen dibanding bulan Juli.

BPS juga menyebutkan lebih dari 300 kabupaten/kota di Indonesia mengalami kenaikan harga bawang merah, dengan disparitas cukup lebar. Harga tertinggi tercatat di Intan Jaya, Papua yang menembus Rp 100.000 per kg, sedangkan harga terendah berada di kisaran Rp 22.400 per kg.

Data Databoks Katadata bahkan menunjukkan kenaikan kumulatif sebesar Rp 8.761 per kg hanya dalam sebulan terakhir, mendorong rata-rata harga nasional hingga Rp 53.829 per kg. Dalam tiga bulan terakhir, lonjakan harga mencapai 36,09 persen.

Jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 36.500–Rp 41.500 per kg, harga aktual di pasar nasional maupun lokal Aceh Utara saat ini sudah jauh melampaui batas acuan tersebut.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi, terutama di daerah yang masih bergantung pada pasokan dari luar.

Kementerian Dalam Negeri sebelumnya telah menegaskan pentingnya stabilitas harga pangan. Mentelllri Dalam Negeri menekankan bahwa pemerintah daerah bersama instansi terkait harus menjaga ketersediaan pasokan, termasuk bawang merah, agar gejolak harga tidak semakin menekan masyarakat.

Sementara itu, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura menyatakan bahwa pasokan bawang merah nasional sebenarnya masih aman, dan harga diperkirakan akan berangsur normal dalam waktu dekat seiring masa panen raya di beberapa sentra produksi.

Naiknya harga bawang merah di Panton Labu, Aceh Utara, tidak berdiri sendiri. Fenomena ini merupakan bagian dari tren nasional yang ditandai lonjakan harga di berbagai daerah. Meski pasokan di tingkat lokal relatif stabil, distribusi dan kenaikan harga di hulu membuat harga di pasar rakyat ikut terdongkrak.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam berbelanja, sementara pemerintah daerah diminta aktif memantau perkembangan harga agar tidak berdampak luas pada inflasi pangan di Aceh Utara(*) 


Editor : Syahrul Usman