Harga Minyak Indonesia Melonjak! ICP Januari 2025 Tembus USD76,81 per Barel, Pasar Global Bergejolak
![]() |
| ilustrasi infografis yang menunjukkan kenaikan harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) pada Januari 2025 (Grafis: AI) |
Kenaikan harga minyak ini dipicu oleh berbagai faktor global, termasuk kebijakan ekonomi Tiongkok, ketatnya pasokan minyak dunia, serta cuaca ekstrem di belahan bumi utara yang meningkatkan permintaan bahan bakar pemanas.
Menurut Plh. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi JH, optimisme pasar meningkat setelah Tiongkok mengumumkan rencana pemangkasan suku bunga dan stimulus fiskal guna mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hal ini mendorong lonjakan permintaan minyak, terutama untuk kebutuhan industri dan transportasi.
Di sisi lain, kondisi geopolitik yang semakin panas ikut memperketat pasokan. Sanksi ekonomi yang lebih luas terhadap Rusia dan Iran, ditambah dengan pembatasan terhadap kapal tanker yang membawa minyak mentah Rusia, semakin menekan pasar global.
Berdasarkan laporan Energy Information Administration (EIA) AS, stok minyak mentah di Amerika Serikat pada Januari 2025 mengalami penurunan signifikan sebesar 500 ribu barel, menyisakan 415,1 juta barel. Sementara itu, melemahnya Dolar AS membuat investor beralih ke aset berbasis minyak, mendorong harga semakin tinggi.
Tak hanya itu, kawasan Asia Pasifik juga mengalami kenaikan harga minyak akibat peningkatan pengolahan minyak mentah di kilang milik Pemerintah Tiongkok. Di saat yang sama, kilang swasta di negara tersebut mengalami kesulitan akibat sanksi dari AS.
Kenaikan ICP Indonesia sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah global. Berikut perkembangan harga rata-rata minyak utama pada Januari 2025 dibanding Desember 2024:
- Dated Brent naik USD5,29 dari USD73,94 menjadi USD79,23 per barel.
- WTI (Nymex) naik USD5,40 dari USD69,70 menjadi USD75,10 per barel.
- Brent (ICE) naik USD5,22 dari USD73,13 menjadi USD78,35 per barel.
- Basket OPEC naik USD6,50 dari USD73,00 menjadi USD79,50 per barel.
- ICP Indonesia naik USD5,20 dari USD71,61 menjadi USD76,81 per barel.
Sumber : Kementerian ESDM RI
