Sebulan Pasca Banjir, Akses Jalan ke Dayah dan TPU di Gampong Sama Kurok Masih Tertutup Lumpur
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Lebih dari satu bulan setelah banjir besar melanda Kecamatan Tanah Jambo Aye pada 26 November 2025 lalu, kondisi akses jalan satu-satunya menuju balai pengajian (dayah) sekaligus Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Gampong Sama Kurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih memprihatinkan.
Pantauan media ini pada Jumat, 2 Januari 2026, jalan tersebut masih dipenuhi endapan lumpur tebal sisa banjir. Jalan itu merupakan jalur satu arah yang digunakan bersama oleh santri dayah, masyarakat setempat, serta warga yang hendak mengantar jenazah ke TPU.
“Semua lewat jalan ini. Santri, warga, bahkan jenazah juga dibawa lewat sini. Tapi kondisinya sangat parah,” ujar seorang warga Gampong Sama Kurok kepada media ini.
Keberadaan santri yang menetap di dayah menjadikan akses jalan tersebut sangat vital. Namun hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar di balai pengajian belum kembali berjalan normal. Selain karena akses yang sulit, kondisi bangunan dayah juga belum sepenuhnya bersih dari lumpur.
Endapan lumpur di badan jalan menyebabkan permukaan menjadi licin dan berlubang, sehingga sulit dilalui kendaraan, terutama saat hujan turun. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas santri dan warga, tetapi juga menyulitkan proses pemakaman maupun ziarah ke TPU.
Warga mengaku kerap mengalami kendala saat membawa jenazah ke lokasi pemakaman. Tidak jarang kendaraan terjebak di lumpur, sehingga prosesi pemakaman menjadi terhambat.
Selama ini, upaya pembersihan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat melalui kegiatan gotong royong. Lumpur dibersihkan dan ditarik ke tepi jalan menggunakan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan alat dan tenaga membuat hasil pembersihan belum maksimal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penanganan serius, termasuk menurunkan alat berat untuk membersihkan lumpur dan memperbaiki badan jalan. Menurut warga, akses satu arah menuju dayah dan TPU tersebut menyangkut kepentingan pendidikan agama serta kebutuhan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan menuju dayah dan Tempat Pemakaman Umum di Gampong Sama Kurok masih belum mendapatkan penanganan optimal.(*)
