Pelindo Dukung Peningkatan Keterampilan Masyarakat Lewat Pelatihan Selai Jamblang
Penulis : Syahrul| Editor : Tim Pasesatu
BANDA ACEH | PASESATU.COM - Forum Bangun Investasi Aceh (Forbina) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menggelar pelatihan pembuatan selai jamblang bagi pedagang kecil serta korban konflik dan tsunami Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di Lading Hotel Banda Aceh selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Januari 2026.
Pelatihan tersebut diikuti oleh sekitar lima puluh peserta yang berasal dari Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh General Manager Pelindo Malahayati, Agust Deritanto.
Dalam sambutannya, Agust Deritanto menyampaikan bahwa Pelindo sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap program ini dapat berkelanjutan sesuai dengan tema “Membuka Peluang Baru, Memperkuat Keterampilan, dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Secara Berkelanjutan.”
Agust juga berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan sehingga mampu menghasilkan selai jamblang dengan cita rasa yang berkualitas. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Agust menegaskan komitmen Pelindo untuk mendukung keberlanjutan program ini, termasuk menjadikan para peserta sebagai UMKM binaan Pelindo. “Pelindo akan selalu siap membantu apabila diperlukan pengembangan lebih lanjut dari kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Agust, jamblang merupakan potensi lokal yang sangat layak dikembangkan. Aceh dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jamblang terbanyak, namun selama ini nilai ekonominya masih rendah. “Jamblang akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi apabila diolah menjadi selai yang memiliki daya tahan lebih lama,” jelasnya.
Ia menambahkan, di kawasan Pelindo Malahayati, Krueng Raya, selain ditanam oleh masyarakat, pohon jamblang juga banyak tumbuh secara liar di kawasan perbukitan. Selama ini buah jamblang hanya dijual dengan harga murah, padahal jika diolah menjadi selai, nilai ekonominya dapat meningkat secara signifikan.
Selain bernilai ekonomis, pohon jamblang juga memiliki manfaat ekologis karena berakar tunggal yang kuat sehingga mampu menahan abrasi dan mendukung kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Direktur Forbina, M. Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan pengusaha selai jamblang yang tidak hanya memasarkan produknya di Aceh, tetapi juga ke daerah lain hingga ke pasar internasional.
Pada kesempatan yang sama, M. Nur menyampaikan terima kasih kepada Pelindo atas dukungan penuh terhadap kegiatan yang diselenggarakan Forbina. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga program ini mampu mencetak sumber daya manusia yang andal dalam mengelola usaha, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara umum.(*)
