Pasca Banjir, Murid SDN 5 Tanah Jambo Aye Tetap Masuk Sekolah Meski Tanpa Seragam
ACEH UTARA | PASESATU.COM– Semangat belajar murid SD Negeri 5 Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, tetap terjaga meski terdampak banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Pada hari pertama masuk sekolah pascabanjir, Senin (5/1/2025), para siswa tetap hadir meski tanpa mengenakan seragam dan perlengkapan belajar.
Berdasarkan data pihak sekolah, tingkat kehadiran siswa pada hari pertama mencapai lebih dari 80 persen. Seluruh tenaga pendidik juga hadir dan tetap melaksanakan proses belajar mengajar, meski dengan berbagai keterbatasan sarana.
“Sebagian besar murid hadir dan semua guru masuk. Namun kondisi kami sangat terbatas. Anak-anak belajar duduk di lantai karena meja dan kursi rusak, dan mereka memang tidak memiliki pakaian seragam sama sekali,” ujar salah seorang perwakilan sekolah saat ditemui di lokasi.
Banjir yang terjadi sebelumnya menyebabkan seluruh seragam sekolah dan perlengkapan belajar siswa hanyut terbawa arus. Buku pelajaran, alat tulis, hingga pakaian sekolah tidak dapat diselamatkan.
“Keterangan dari para wali murid menyebutkan bahwa seragam dan perlengkapan belajar anak-anak habis terbawa banjir. Tidak ada yang tersisa,” kata pihak sekolah.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar belum dapat berjalan normal. Pada hari pertama, siswa hanya mengikuti kegiatan ringan seperti pembacaan Asmaul Husna dan hafalan ayat-ayat pendek. Kegiatan menulis belum dapat dilakukan karena tidak tersedianya buku dan alat tulis.
“Untuk sementara, kegiatan belajar disesuaikan dengan kondisi. Proses menulis belum bisa dilakukan karena alat belajar tidak ada,” tambahnya.
Sementara itu, pihak sekolah memastikan tidak ada bangunan ruang kelas yang roboh akibat banjir. Namun, kerusakan berat terjadi pada fasilitas penunjang dan administrasi sekolah.
“Bangunan kelas masih berdiri, tetapi dokumen sekolah rusak dan tidak dapat digunakan. Meja, kursi, serta perlengkapan lainnya mengalami kerusakan berat,” jelasnya.
Terkait kondisi siswa, pihak sekolah memastikan tidak ada korban jiwa dari kalangan murid SDN 5 Tanah Jambo Aye. Meski demikian, sejumlah rumah siswa dilaporkan hanyut, sehingga beberapa di antaranya masih mengungsi.
“Alhamdulillah tidak ada siswa yang meninggal dunia. Namun ada rumah siswa yang hanyut dan saat ini mereka tinggal di tenda BNPB atau masih mengungsi karena rumahnya tidak layak huni,” ujarnya.
Pihak sekolah bersama wali murid berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah serta instansi terkait, terutama bantuan seragam sekolah dan perlengkapan belajar, agar proses pendidikan dapat kembali berjalan secara normal.(*)
