BERITA TERKINI

Merah Putih di Tangan Efendy, Sopir Ambulance yang Kalah oleh Banjir

Penulis : Abdul Rafar | Editor : Syahrul

ACEH UTARA | PASESATU.COM - Efendy berdiri di atas jalan berlumpur sambil membentangkan bendera Merah Putih. Di belakangnya, sebuah ambulance tampak ringsek dengan kaca pecah dan bodi penyok. Tulisan Puskesmas Langkahan masih terbaca jelas di sisi kendaraan yang tak lagi bisa melaju itu.

Ambulance milik Puskesmas Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tersebut rusak parah setelah terseret banjir. Ambulance itu kini telah di evakuasi kepinggir jalan yang sebelumnya berada diantara puing-puing bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada 26 November lalu. 

Efendy (45), sopir ambulance yang sehari-hari mengoperasikan kendaraan tersebut, memilih tetap berada di lokasi. Dengan mengenakan pakaian merah dan kain putih yang melingkar di lehernya, ia membentangkan bendera Merah Putih tepat di depan ambulance yang ringsek.

“Ambulance ini mungkin sudah tidak bisa digunakan lagi,” ujar Efendy, Minggu (04/12/2026). “Tapi semangat untuk menolong masyarakat tidak boleh berhenti.”

Sebelum rusak diterjang banjir, ambulance itu hampir setiap hari digunakan Efendy untuk merujuk pasien dari wilayah pedalaman Kecamatan Langkahan. Mulai dari warga sakit mendadak hingga ibu melahirkan, kendaraan tersebut menjadi tumpuan warga untuk menjangkau fasilitas kesehatan lanjutan.

Kini, ambulance itu tak lebih dari rangka kendaraan yang terdiam di tengah lumpur. Ban terbenam, bodi belakang penyok, dan bagian dalam dipenuhi sisa genangan air. Namun, bendera Merah Putih yang dibentangkan Efendy menghadirkan kontras yang kuat di tengah kerusakan, masih ada tekad untuk tetap mengabdi.

Pemandangan tersebut menarik perhatian warga dan relawan yang melintas. Beberapa berhenti sejenak, memandang ambulance dan bendera yang terbentang, sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami terharu melihatnya. Di tengah kondisi seperti ini, masih ada orang yang memikirkan keselamatan orang lain,” kata Hasan, salah seorang warga.

Akibat rusaknya ambulance tersebut, layanan rujukan darurat di Puskesmas Langkahan sementara waktu terganggu. Pihak puskesmas terpaksa melakukan pinjam pakai ambulance dari puskesmas lain agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.

Warga berharap pemerintah daerah segera menyiapkan ambulance pengganti. Pasalnya, pascabanjir, banyak warga yang tinggal di tenda-tenda pengungsian mulai mengalami gangguan kesehatan, terutama anak-anak dan balita.

Di tengah jalan berlumpur dan ambulance yang tak lagi berfungsi, Merah Putih yang dibentangkan Efendy menjadi penanda bahwa kemanusiaan dan pengabdian tidak ikut hanyut bersama banjir.(*)