Air Bah Menyapu Geudumbak, Murdhani Hanya Bisa Berdoa dari Tanah Perantauan
ACEH UTARA | PASESATU.COM - Ribuan kilometer dari kampung halaman, Murdhani (45) hanya bisa menahan perasaan ketika mengetahui Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, luluh lantak diterjang banjir bandang.
Kabar itu datang melalui pemberitaan media online di Aceh yang ia baca lewat telepon genggamnya. Dari informasi tersebut, Murdhani akhirnya melihat kondisi kampung yang ia tinggalkan demi mencari nafkah, rumah-rumah warga hancur, tertimbun gelondongan kayu, dan akses desa terputus total.
“Sulit saya jelaskan perasaan waktu itu. Kampung tempat saya dibesarkan rusak berat, sementara saya hanya bisa melihat dari jauh,” ujar Murdhani saat dihubungi melalui sambungan seluler Kepada PASESATU, Sabtu (3/1/2026).
Desa Geudumbak tercatat sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah. Banjir bandang menyeret rumah warga, menghancurkan perabotan, dan menyisakan tumpukan kayu serta lumpur di lorong-lorong permukiman. Aktivitas masyarakat lumpuh, sementara banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Sebagai perantau, Murdhani sangat bergantung pada informasi media untuk mengetahui kondisi keluarganya. Dari pemberitaan yang beredar, ia akhirnya mendapat gambaran yang jelas tentang lokasi dan keadaan rumah keluarganya yang hingga kini masih dipenuhi material banjir.
“Yang paling membuat saya sedih, melihat rumah keluarga masih tertimbun kayu. Semua kenangan hidup ada di situ,” katanya.
Murdhani mengaku belum bisa pulang karena kewajiban kerja. Namun dari kejauhan, ia terus mengikuti perkembangan pemulihan desanya dan berharap perhatian pemerintah serta pihak terkait tidak berhenti pada pendataan semata.
Ia berharap sisa material banjir segera dibersihkan, rumah warga dibangun kembali, dan dilakukan langkah-langkah pencegahan agar bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Bukan hanya soal rumah saya, tapi seluruh warga. Kami ingin desa ini kembali layak dihuni,” ucapnya.
Di akhir perbincangan, Murdhani menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu masyarakat terdampak banjir, baik dari unsur pemerintah, lembaga sosial, relawan, masyarakat luar daerah, maupun pihak PLN yang telah berupaya memulihkan layanan listrik.
“Sebagai orang yang berada jauh di perantauan, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Bantuan itu sangat berarti bagi kami semua,” tutup Murdhani.(*)
