Rais Azhari Nilai Pelayanan Publik Pascabanjir Aceh Masih Lamban
Menurut Rais, meski genangan air di permukiman warga mulai menghilang, sejumlah sektor pelayanan dasar belum sepenuhnya kembali normal. Ia menyoroti layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta aktivitas pemerintahan yang dinilainya masih belum pulih secara optimal.
“Air memang sudah surut dari jalan dan rumah warga, tetapi dampaknya masih terasa dalam pelayanan publik. Pendidikan masih tersendat, layanan kesehatan belum sepenuhnya berjalan, ekonomi masyarakat belum bergerak normal, dan roda pemerintahan di tingkat bawah terkesan melambat,” ujar Rais.
Ia menilai pemulihan pascabencana sejauh ini lebih banyak ditampilkan melalui pernyataan dan publikasi, sementara kondisi di lapangan masih membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, anak-anak korban banjir masih menghadapi keterbatasan dalam proses belajar, sementara fasilitas kesehatan di beberapa wilayah belum berfungsi secara maksimal.
Di sektor ekonomi, Rais menilai masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan nyata untuk memulihkan mata pencaharian mereka. Ia mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi tidak dapat diserahkan sepenuhnya pada proses alamiah tanpa intervensi yang terukur dari pemerintah.
“Pemerintah terlihat cepat dalam agenda rapat dan kunjungan, tetapi masyarakat berharap percepatan nyata dalam pemulihan sekolah, puskesmas, bantuan ekonomi, dan pelayanan publik yang normal,” katanya.
Rais juga menyoroti kinerja birokrasi di tingkat pelayanan dasar yang dinilainya belum sepenuhnya responsif. Ia menegaskan bahwa bencana tidak seharusnya dijadikan alasan atas lambannya pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintahan tidak boleh ikut lumpuh akibat banjir. Justru di masa seperti ini, negara harus hadir dan memastikan pelayanan tetap berjalan,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, PWO Aceh mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat langkah pemulihan secara konkret dan terukur, serta tidak hanya berfokus pada laporan administratif. Menurut Rais, masyarakat membutuhkan tindakan nyata yang langsung dirasakan.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan laporan atau pernyataan optimistis, tetapi sekolah yang kembali aktif, layanan kesehatan yang siap melayani, ekonomi yang bergerak, dan pemerintahan yang benar-benar hadir di tengah rakyat,” pungkasnya.(*)
