Korban Banjir di Aceh Timur Kesulitan Gas Elpiji, Harga Tembus Rp50 Ribu per Tabung
ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Warga terdampak banjir di Gampong Lueng Dua, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kilogram pascabanjir. Selain langka, harga gas subsidi tersebut melonjak tajam hingga di luar kemampuan warga.
Aisyah (65), salah seorang warga Lueng Dua yang terdampak banjir, saat ditemui wartawan Pasesatu, Sabtu (20/12/2025), menuturkan bahwa gas elpiji 3 kg sangat sulit diperoleh di wilayahnya. Kalaupun tersedia, harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Gas elpiji 3 kilo susah sekali. Kalau pun ada, harganya mahal sekali, bisa sampai Rp45 ribu bahkan Rp50 ribu per tabung,” ujar Aisyah dengan nada prihatin.
Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan warga, khususnya para lansia dan keluarga kurang mampu yang masih bertahan di rumah masing-masing pascabanjir. Gas elpiji sangat dibutuhkan untuk memasak kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, untuk kebutuhan air bersih, Aisyah mengungkapkan bahwa warga masih terbantu dengan adanya bantuan air minum dalam kemasan galon yang diantar langsung ke rumah-rumah warga oleh relawan dan pihak terkait.
“Air minum alhamdulillah ada bantuan galon, diantar ke rumah,” katanya.
Namun, untuk keperluan mandi dan berwudu, warga terpaksa menggunakan air sumur yang kondisinya masih keruh akibat dampak banjir. Meski demikian, Aisyah menyebut air tersebut tetap digunakan karena tidak ada pilihan lain.
“Kalau untuk mandi dan berwudhu, kami pakai air sumur. Memang keruh, tapi yang penting suci,” tuturnya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan gas elpiji 3 kg di wilayah terdampak banjir, agar beban masyarakat tidak semakin berat di tengah kondisi pemulihan pascabencana. (*)
