BERITA TERKINI

Banjir Aceh Utara, Jaringan Lumpuh, Akses Terbatas, Ribuan Warga Masih Mengungsi



ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Upaya penanganan banjir dan longsor yang melanda Aceh Utara masih berjalan penuh tantangan hingga Selasa, 2 Desember 2025. Menurut Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, kondisi di lapangan masih jauh dari normal.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini sebagian besar wilayah terdampak belum kembali mendapatkan akses listrik dan jaringan komunikasi. Internet, panggilan telepon, dan bahkan sinyal dasar masih belum stabil. Situasi itu membuat proses pelaporan keadaan darurat, koordinasi petugas di lapangan, serta penyaluran bantuan menjadi tersendat.

Di banyak tempat, air belum juga surut. Lumpur tebal masih menutup halaman rumah warga, bahkan sebagian permukiman masih terendam hingga hari kelima. Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, PMI, relawan, serta para nelayan lokal terus bergerak melakukan evakuasi, baik terhadap warga yang selamat maupun korban yang ditemukan meninggal dunia.

Dari Posko Induk, bantuan masa panik didorong ke kantor-kantor kecamatan untuk kemudian disalurkan ke ratusan titik pengungsian yang tersebar di seluruh kabupaten.

Menurut Muntasir, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik untuk para pengungsi serta warga yang masih terisolasi banjir. Selain itu, terdapat banyak kelompok rentan yang memerlukan perhatian lebih, seperti perempuan, anak-anak, ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Transportasi air sangat dibutuhkan untuk menembus wilayah yang tak bisa dilalui kendaraan darat. Rigid inflatable boat (RIB) dan perahu karet menjadi alat vital untuk evakuasi dan pengiriman bantuan.

Pemulihan jaringan komunikasi, listrik, air bersih, fasilitas sanitasi, hingga distribusi gas elpiji juga menjadi prioritas. Petugas di lapangan turut membutuhkan alat berat untuk membuka jalur dan membersihkan saluran-saluran yang tertimbun lumpur.

Beberapa kecamatan belum dapat diakses secara normal karena jalan terputus atau terendam. Daerah tersebut meliputi:
  • Langkahan
  • Baktiya
  • Baktiya Barat
  • Sawang
  • Lapang
Berdasarkan catatan Posko Bencana pada Selasa (2/12/2025) pukul 15.12 WIB, jumlah warga terdampak mencapai 56.684 kepala keluarga atau 164.322 jiwa. Sementara itu, 115.927 jiwa terpaksa mengungsi.

Hingga laporan ini disampaikan, 99 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 115 lainnya masih hilang. Pemerintah juga mencatat adanya 447 titik pengungsian yang aktif.

Skala kerusakan yang ditimbulkan bencana ini cukup besar. Data sementara menunjukkan:
  • Rumah warga: 3.970 rusak berat, 12.685 rusak sedang, 15.890 rusak ringan
  • Rumah ibadah: 42 unit rusak
  • Dayah/Pesantren: 211 unit mengalami kerusakan
  • Menasah: 16 unit rusak
  • Tanggul sungai: 64 titik rusak
  • Jembatan: 37 unit terdampak
  • Ruas jalan: 93 titik rusak
  • Irigasi: 10 jaringan rusak
  • Fasilitas pendidikan (TK/SD/SMP): 338 unit rusak dalam berbagai kategori
Peralatan pendidikan turut terdampak parah, termasuk peraga, mobiler sekolah, perangkat TIK, laboratorium, hingga ribuan buku pelajaran.

Dampak dari banjir tersebut merendam  34.756 unit rumah, 12.782 hektare sawah dan 10.653 hektare tambak. 

Muntasir Ramli menegaskan bahwa laporan ini disampaikan sebagai informasi resmi kepada publik mengenai perkembangan terkini bencana yang masih berlangsung dan penanganan yang terus dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak.(*)