Warga Pedalaman Langkahan Harapkan Pembangunan Jaringan Seluler: “Kami Siap Swadaya Demi Akses Informasi”
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Masyarakat di kawasan pedalaman Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menyuarakan harapan besar agar pemerintah dan pihak terkait segera membangun infrastruktur jaringan seluler. Minimnya akses komunikasi telah memutus mereka dari berbagai perkembangan informasi yang vital, terlebih di era digital saat ini.
Tokoh masyarakat Desa Leubok Pusaka, Nazaruddin (30), saat ditemui media ini pada Minggu (3/8/2025), menyampaikan bahwa warga selama ini terpaksa menumpang sinyal dari area Cluster PGE untuk mendapatkan akses jaringan telepon seluler.
“Di era teknologi yang serba canggih ini, masyarakat di berbagai daerah dengan mudah mengakses informasi melalui perangkat komunikasi. Namun hal tersebut belum dapat dinikmati oleh kami di pedalaman. Salah satu akses paling mendasar adalah jaringan telepon seluler, tetapi hingga kini masih belum tersedia,” ujar Nazaruddin.
Menurutnya, wilayah yang belum terjangkau jaringan seluler mencakup Desa Leubok Pusaka (Aceh Utara) dan Gampong Sijudo (Aceh Timur). Meski berada di kawasan terpencil, hampir seluruh warga telah memiliki perangkat komunikasi, baik telepon genggam maupun smartphone. Namun, ketiadaan jaringan internet maupun sinyal seluler membuat perangkat tersebut tidak berfungsi optimal.
“Untuk melakukan panggilan, kami harus naik ke dataran tinggi seperti di sekitar Simpang Lima Tanah Merah. Di sana sinyal bisa sedikit lebih baik, walaupun tetap tidak stabil. Kondisi ini tentu sangat menyulitkan,” tambahnya.
Nazar menuturkan, masyarakat sangat berharap pihak terkait membangun menara pemancar (tower) jaringan seluler di wilayah mereka. Selain kebutuhan pribadi, jaringan komunikasi sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan di sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan.
“Di desa kami sudah ada lembaga pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), SMP Negeri 5, SMA Negeri 2, hingga Puskesmas Pembantu (Pustu). Semua lembaga ini membutuhkan dukungan jaringan komunikasi, baik untuk administrasi maupun layanan informasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, warga setempat juga banyak yang bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) dan memerlukan akses informasi yang cepat dan akurat, terutama berkaitan dengan tugas-tugas kedinasan.
Lebih lanjut, Nazar mengatakan masyarakat bersedia membantu secara swadaya jika pihak penyedia layanan telekomunikasi bersedia membangun infrastruktur jaringan di wilayah tersebut. Termasuk menyediakan lahan atau lokasi pembangunan tower.
“Masyarakat siap berpartisipasi, bahkan secara gotong royong. Kami berharap kehadiran jaringan seluler dapat membuka wawasan, memperlancar pendidikan, dan meningkatkan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Akses ke wilayah permukiman warga memang memerlukan perjalanan melewati perbukitan. Namun saat ini telah tersedia jalan yang cukup memadai, sehingga tidak menjadi hambatan besar bagi pembangunan infrastruktur.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta operator penyedia layanan telekomunikasi dapat segera menanggapi permintaan tersebut secara serius.
“Kami tidak menuntut yang muluk-muluk. Kami hanya ingin terhubung dengan dunia luar, seperti masyarakat lainnya. Demi pendidikan anak-anak, pelayanan kesehatan, dan kemajuan desa kami,” pungkas Nazaruddin.(*)
